Menengok Sejarah Perang Sabil Aceh [The Ladies of War]


Cut Nyak Dien, duduk di tengah sambil menangis.
Cut Nyak Dien, duduk di tengah sambil menangis.

Beberapa waktu yang lalu saya cukup dibuat terkejut dengan beredarnya video mesum seorang vokalis band terkenal yang melibatkan dua orang perempuan cantik. Salah satu perempuan cantik yang saya maksud berasal dari Aceh, saya tahu dia berasal dari Aceh karena ada ‘cut’ di depan namanya (walaupun lahir di Jakarta dia masih keturunan Aceh). Saya jadi ingat salah satu adegan di dalam film lama berjudul Tjoet Nja’ Dhien yang dibintangi Christine Hakim. Dalam adegan itu, Cut Nyak Dhien sedang berhadap-hadapan dengan Teuku Leubeh (seorang pengkhianat), dengan ekspresi wajah dingin dan rencong di tangan, Cut Nyak Dhien menikam Teuku Leubeh sambil berserapah, “Bikin malu kaum.” Mungkin kalau Cut Nyak Dhien masih hidup, beliau juga akan mengatakan hal yang sama kepada ‘cut’ yang ada di dalam video mesum itu, sebab kelakuannya hanya membikin malu kaum.

‘Cut’ jaman dulu memang jauh melampaui ‘cut’ jaman sekarang. Keteguhan dan kegigihan mereka dalam perjuangan bahkan terkadang melampaui kaum lelaki. Zentgraff menceritakan dalam bukunya tentang seorang perempuan yang dikenal sebagai Pocut di Biheu. Ketika seorang komandan marsose bernama Veltman dan pasukannya sedang berpatroli, tiba-tiba seorang perempuan menghambur keluar dari semak-semak sembil menghunuskan rencong, sendirian. Sendirian?? Ya, sendirian. Pasukan Marsose segera mengepung dan menyerangnya. Ia mendapat luka di bahu dan kepalanya, namun luka-luka itu belum bisa menjatuhkannya. Ketika bayonet-bayonet marsose memutus urat di tumitnya barulah ia ambruk berlumuran darah. Seorang prajurit marsose ingin menembak pejuang wanita itu agar penderitaannya berakhir, namun Veltman melarangnya. Pocut di Biheu ditinggalkan begitu saja. Beberapa waktu kemudian Veltman mendapat kabar bahwa Pocut di Biheu masih hidup, warga kampung menolongnya. Akhirnya Veltman menemukan rumah tempat merawat pejuang wanita itu, di sana luka-luka Pocut dilumuri kotoran kerbau. Veltman merasa kasihan kepadanya dan bermaksud membawanya ke dokter, namun dengan gagah Pocut menolaknya mentah-mentah.

Banyak lagi pejuang wanita yang lain yang tak kalah gagahnya, Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Pocut Baren, dan yang tidak kita kenal pasti lebih banyak lagi, dengan kegagahan dan keperkasaan mereka masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s