Tidak Pernah Solat, Tapi Masuk Surga


Mujahidin

Mujahidin

Terkadang bagaimana imaji keseluruhan hidup kita dinilai dari bagaimana keadaan akhirnya. Ini bukanlah wujud dari ketidakadilan, tetapi justru menunjukkan betapa Allah Swt. amat menyayangi makhluk-Nya yang bernama manusia. Allah pasti akan selalu mengganjar perbuatan baik manusia, walaupun mungkin perbuatan itu dipandang kecil atau sedikit. Bahkan, selalu, Allah mengganjarnya dengan berlipat-lipat ganda.

Hal ini terjadi pada seorang kesatria Islam yang dalam sejarah disebut Ushairim. Namanya adalah Amru bin Tsabit bin Waqsy, dan awalnya dia adalah seorang kafir yang menentang risalah Islam. Abu Hurairah Ra. meriwayatkan kisahnya.

Suatu kali, Amru datang ke Madinah ketika Rasulullah Saw., para sahabat, dan pasukan Islam sedang berada di Uhud, menghadapi gempuran pasukan kafir Quraisy. Dia bertanya kepada orang-orang, di mana Sa’ad bin Mu’adz. Orang-orang pun menjawab bahwa Sa’ad pergi ke Uhud. Dia bertanya lagi tentang di mana keluarga saudaranya, orang-orang menjawab sedang pergi ke Uhud. Dia pun bertanya tentang di manakah kaumnya, Bani Abdil Asyhal, orang-orang pun menjawab bahwa semuanya sedang pergi ke Uhud, berperang bersama Rasulullah Saw. Kemudian orang-orang mengajak Amru untuk memeluk Islam, dan dia pun memeluk Islam.

Amru terlihat tergesa-gesa. Dia segera pulang ke rumah, mengambil pedang, tombang, dan baju zirahnya. Seolah-olah dikejar waktu, dia segera melompat ke atas punggung kudanya dan melarikannya dengan cepat. Ternyata dia hendak menyusul Rasulullah Saw. dan pasukan Islam di Uhud.

Ketika kecamuk perang itu terlihat di pelupuk matanya, dia mempercepat lari kudanya. Prajurit Muslim pun melihat kedatangannya dan berteriak, “Menyingkirlah dari kami, ya Amru.”

“Aku telah beriman,” jawab Amru.

Tanpa menunda, Amru segera menerjunkan dirinya ke medan jihad, menyabung nyawa menghancurkan musuh-musuh Islam. Setelah Perang Uhud reda, prajurit Muslim menemukannya sedang sekarat dengan tubuh yang penuh luka. Orang-orang dari Bani Abdil Asyhal pun hadir di sisinya.

Mereka bertanya kepadanya, “Apa yang mendorongmu datang ke sini? Apakah karena kasihan terhadap kaummu, ataukah simpati terhadap Islam?”

“Aku simpati terhadap Islam. Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku masuk Islam, kemudian mengambil pedangku dan menyusul Rasulullah, lalu berperang sampai terluka seperti ini. Jika aku mati, maka hartaku untuk Rasulullah, dia bebas menggunakannya sesuai keinginannya.”

Ketika orang-orang menceritakannya kepada Rasulullah, beliau bersabda: “Dia termasuk golongan penghuni surga,” (HR. Baihaqi).

Beberapa orang sahabat berkomentar, “Dia meninggal lalu masuk surga, padahal belum pernah melaksanakan satu solat pun.” Rasulullah bersabda, “Dia berbuat sedikit, namun mendapatkan pahala banyak,” (HR. Bukhari dan Muslim). Semoga kita selalu mengisi hari-hari kita dengan perbuatan yang baik, dan Allah sudi menganugerahkan kita akhir yang mulia, yang membawa kita ke surga.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s