Tidak Pernah Solat, Tapi Masuk Surga (Part 2)


vMDdRLaKisah orang yang tidak pernah solat tetapi masuk surga belum berakhir. Kisah ini kembali menunjukkan kepada kita betapa Allah Maha Penyayang. Dia akan selalu menghargai amal dan keimanan seorang hamba dan akan mengganjarnya dengan pahala yang banyak tiada tara.

Nasib baik ini terjadi pada diri seorang budak berkulit hitam, yang pekerjaannya adalah menggembalakan kambing-kambing majikannya. Budak hitam ini tinggal di Khaibar, dan nasib baik ini menghampirinya ketika Rasulullah Saw. dan pasukan Islam hendak menaklukkan benteng-benteng Yahudi Khaibar.

Saat itu sang budak sedang menggembalakan kambing-kambing majikannya. Kemudian dia melihat para penduduk Yahudi Khaibar terlihat tergesa-gesa dan berlarian mengambil berbagai senjata. Ada yang membawa pedang, menyambar tombak, dan terburu-buru menyiapkan pelana kuda-kuda mereka. Sang budak keheranan menyaksikan apa yang sedang terjadi.

Sang budak pun bertanya, apakah yang hendak mereka lakukan dengan semua senjata itu, dan jawaban yang didapatnya mencengangkan hatinya.

“Kami hendak memerangi orang ini yang mengklaim dirinya nabi,” kata orang-orang itu.

Bukannya merasa aneh atau merasa takut, sang budak hitam ini malah merasa penasaran. Dia amat tertarik dengan orang yang disebut “mengaku nabi” ini. Dia kembali menggali informasi, dan kemudian malah mendatangi Rasulullah Saw. Dengan masih membawa kambing-kambingnya, dia berjalan mendatangi Rasulullah Saw., kemudian menghadap beliau.

“Apa yang anda katakan, dan kepada apa anda menyeru?” Tanyanya kepada Rasulullah.

“Aku menyerumu kepada Islam, juga menyerumu agar bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan aku adalah utusan Allah, serta agar engkau tidak menyembah selain Allah.”

Sang budak berkata: “Apa yang aku dapatkan jika aku bersaksi dan beriman kepada Allah ‘azza wajalla?”

“Engkau berhak mendapatkan surga jika meninggal dalam keadaan seperti itu,” sabda Rasulullah Saw.

Tanpa pikir panjang, budak hitam itu pun masuk Islam, dan keislamannya itu mendorongnya untuk berjuang bersama Rasulullah Saw. Dia pun merasa bahwa kambing-kambingnya itu menjadi beban baginya.

“Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kambing-kambing ini adalah amanah pada diriku.”

Rasulullah pun bersabda: “Lepaskanlah dan tinggalkan di tanah lapang. Sesungguhnya Allah akan menyampaikan amanahmu.”

Sang budak pun melaksanakan perintah itu, dilepaskannya kambing-kambing itu di tanah lapang, dan kambing-kambing itu pun kembali kepada pemiliknya yang seorang Yahudi. Majikan sang budak pun akhirnya mengetahui bahwa sahayanya telah memeluk Islam.

Rasulullah pun keluar untuk menyemangati pasukannya, dan di antara barisan pasukan Islam itu, terseliplah seorang budak hitam yang dulunya kafir kemudian beriman, lalu bergabung dengan barisan pejuang Islam. Perang Khaibar pun berkecamuk, pasukan Islam pun berhasil mengalahkan kaum Yahudi. Ketika para prajurit Muslim memeriksa rekan-rekan mereka yang syahid, di sana ada seorang budak hitam yang juga mendapatkan kemuliaan itu. Rasulullah Saw. bersabda tentang si budak hitam: “Allah telah memuliakan hamba ini, dan mengarahkannya ke Khaibar. Sungguh, aku melihat di atas kepalanya ada dua bidadari, padahal dia belum pernah bersujud kepada Allah walaupun hanya satu sujud,” (HR. al-Hakim, dan Baihaqi).

Subhanallah walhamdulillah. Semoga Allah sudi menganugerahkan akhir yang baik untuk kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s