Dajjal Zaman Kita


Kemelaratan di Indonesia

Orang waras dan normal, pasti akan mengakui bahwa keadaan negeri ini porak-poranda. Segala sistem nilai sudah dijungkirbalik oleh banyak kekuatan kapital. Yang benar menjadi salah, yang salah ‘terlihat’ benar. Buktinya sudah banyak, yang paling nyata adalah, bagaimana mungkin seorang terdakwa bisa tetap melenggang dan melaksanakan segala sesuatu sekehendak hatinya?! Segala tuntutan dan aksi umat Islam yang jutaan banyaknya, dianggap angin lalu. Seluruh fenomena memperlihatkan, bahwa Ahok adalah manusia sakti mandraguna. Dia sendirian, sanggup mengacaukan satu negara (di balik layar bekingnya banyak).

Di media sosial, saya pernah membaca sebuah tulisan yang cukup menggelitik. Tulisan singkat berupa status itu, membandingkan Ahok dengan Dajjal, sang fitnah besar di akhir zaman. Tipu daya Ahok sebenarnya tidak seberapa, jika dibandingkan dengan fitnah Dajjal, namun ternyata banyak orang yang sudah terjebak di dalamnya. Orang Islam pun tidak ketinggalan, banyak yang telah ditipu. Hanya karena uang, jabatan, fasilitas, dan hal-hal duniawi lainnya, banyak orang Islam yang membela Ahok mati-matian. Padahal alat yang digunakan untuk menipu baru sekadar uang, jabatan, fasilitas, dan yang semacamnya. Bagaimana lagi kalau sudah Dajjal yang muncul?

Dajjal itu sanggup menurunkan hujan, memiliki kekuatan luar biasa, bahkan sanggup menghidupkan orang mati (yang tentu saja semuanya penipuan). Dia akan mengaku sebagai tuhan, dan tidaklah aneh jika kelak akan ada banyak orang (termasuk orang Islam) yang akan menjadi pengikutnya. Baru disodorkan uang, jabatan, dan fasilitas saja, sudah kelepek-kelepek, lantas berlutut di hadapan Ahok dan membelanya mati-matian. Bagaimana lagi kalau Dajjal yang datang?

Orang Islam yang membela Ahok, berarti sudah menggadaikan akidahnya. Berarti dia telah mencampakkan isi Alquran, hanya demi seorang kafir. Mereka telah tergelincir dari keimanan kepada jurang kemunafikan. Kita berlindung kepada Allah, dari segala fitnah akhir zaman. Semoga Allah Subhanahu wata’ala memberi kita kekuatan, untuk mempertahankan harta kita yang paling berharga, iman dan Islam.[]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s