HEKA

Episode 5 – Ankh Dalam Dendam
Oleh: Sayf Muhammad Isa

Derap kaki kuda didekap selimut malam. Hanyalah malam, malam yang kelam. Kesuramannya tak tertandingi, dan Heka membuatnya lebih muram lagi. Sebuah perjalanan yang mistis ditempuh oleh prajurit Mesir, bersama Hekau terkuat, Menkheperesseneb, Bakhoum Fanoush.

Haman memberi Bakhoum seekor kuda, dan di jajaran terdepan, tubuhnya naik-turun pelan seiring dengan gerak punggung kuda. Haman dan Bakhoum berkuda bersisian, di belakang mereka berbaris panjang prajurit Mesir yang gagah perkasa.

Malam yang dingin membalut bumi Mesir, semilir angin membuatnya lebih memilukan lagi. Haman mengenakan sehelai mantel bulu yang tebal dan hangat, yang menjadi lambang kesenjangan antara dia dengan prajuritnya. Mantel bulu yang menggelorakan racun iri-dengki di hati prajuritnya, sebab di tengah malam yang dingin itu mereka bertelanjang dada. Yang mereka kenakan hanyalah sehelai sarung putih yang panjang hingga ke lutut, yang diikat sabuk khas prajurit Mesir. Walaupun mereka memiliki otot yang tebal, dada yang bidang, dan semangat membara, tetapi kalau terus-menerus dihantam hawa dinginnya malam dengan bertelanjang dada, prajurit perkasa mana yang akan tahan?

Continue reading HEKA

Advertisements