HEKA

Episode 8 – Ankh Dalam Mantra
Sayf Muhammad Isa

Mata Ramesses menatap kosong kepada wajah yang kelam itu, wajah Bakhoum Fanoush. Selama beberapa detik mereka hanya saling menatap dan diam. Segala kenangan pahit di masa lalu seolah berputar di bola mata mereka, dan tidak menyisakan apa-apa melainkan kebencian. Tetapi malam itu adalah malam yang baru, telah muncul musuh bersama yang sangat kuat, dan kenyataan itu membuat mereka, mau tidak mau, bersatu kembali. Segala dendam dan kebencian di dalam hati mereka mesti disingkirkan, dan dengan harmonis, mereka mesti melangkah seiring sejalan. Jika hal itu tidak terjadi, maka pastilah Musa akan menang, dan itu artinya keruntuhan bagi kekuasaan seorang Fir’aun. Ramesses ngeri sekali membayangkan hal itu.

Ramesses pun melangkah pelan dengan tetap memandang pada wajah Menkheperesseneb. Dengan ringan dia memeluk tubuh Bakhoum, erat, tetapi Bakhoum tetap diam seolah membatu. Seolah dirinya hanyalah wadah yang kosong dan tidak bernyawa.

Haman melirik kepada Bakhoum dan dia merasa tidak aneh lagi dengan keadaan itu. sepanjang jalan dia menyaksikan fenomena itu terjadi pada diri sang Menkheperesseneb.

Continue reading HEKA

Advertisements