Profil

I am some one, I am no one

in shadow
in shadow

Mari bicara sejenak tentang judul yang paradoks di atas, some one dan no one. Saya memahami bahwa pengetahuan bahasa Inggris saya memperihatinkan, tapi tetap saya ingin sekali membicarakan kata-kata dalam bahasa Inggris di atas. Karena memang pengetahuan saya yang memperihatinkan soal bahasa Inggris, jadi jangan jitak saya kalau saya membuat kesalahan.

Secara bebas saya ingin memaknai some one sebagai seseorang. Sementara no one ingin saya maknai sebagai bukan seseorang. Di dalam muatan makna some one ada sesuatu yang lain, yaitu sebuah pandangan yang lebih dan unik yang dilekatkan oleh orang lain ke dalam diri seseorang. Dengan kata lain, apabila seseorang sudah menjadi some one, orang-orang akan langsung menggelarinya sesuatu tanpa diminta orang itu. Sebaliknya dengan no one, orang-orang no one akan terlihat sama saja dengan kebanyakan orang, tanpa citra, tanpa keunikan. Tidak ada yang spesial dalam diri orang no one yang akan membuat orang lain menolehkan wajah kepadanya.

Walaupun mungkin makna some one dan no one itu bukan begitu, anggap sajalah begitu. Lagian tulisan ini kan tulisan saya, jadi terserah saya mau menulis kaya gimana (sedikit ngeles).

Saya adalah no one. Saya bukan siapa-siapa. Saya cuma seorang anak laki-laki biasa yang bernama Muhammad Isa. Katanya saya dilahirkan pada tanggal 3 Juni 1986, di RSUD R. Syamsuddin, SH, Sukabumi. Bapak saya orang Padang, ibu orang Sunda. Saya menamatkan SD sampai SMP di Bekasi, kemudian pindah lagi ke Sukabumi. Masa-masa SMA saya lewati di Sukabumi. Saya tidak bisa mengenyam pendidikan tinggi karena nasib saya tragis, persis nasib anak-anak negeri ini yang juga bernasib tragis tidak bisa menikmati bangku pendidikan tinggi. Saya anak pertama dengan banyak adik (lucu-lucu). Semua ini hanya membuat saya menjadi no one, sebab hal-hal yang saya sebutkan itu hampir semua orang milikinya. Semua orang dilahirkan, semua orang punya nama, punya keluarga, lalu sekolah, kuliah, dan semuanya normal. Kalau hanya sekedar itu saya bukan siapa-siapa (no one).

Tapi kemudian saya menyadari, bahwa hidup yang menakjubkan dari Allah ini begitu berharganya kalau hanya dilewati sebagai no one. Saya ingin menjadi some one.  Menjadi some one itu pilihan. Kalau saya tidak memutuskan menjadi some one, selamanya saya akan tetap menjadi no one. Hidup menjadi no one sangat menjemukan. Maka saya pun memilih. Saya merenungkan dengan cara apa saya akan menjadi some one, dan saya memutuskan bahwa saya akan menjadi some one dengan menulis. Tapi bukan sekedar menulis, saya hanya ingin menuliskan perjuangan. Perjuangan mempertahankan Islam, perjuangan menyerukan Islam, dan perjuangan menegakkan syariat Islam. Dengan cara itu saya ingin membuat hidup saya berwarna dan luar biasa. Mari sama-sama menjadi some one.

Advertisements

11 thoughts on “Profil”

  1. Siapapun akan menjadi luar biasa dg islam, pun ketika ingin mnjadi some one, akan terwujud dengan Islam.

  2. salam kenal Isa. saya sedang menikmati novel sabil. walaupun belum selesai baca, saya merasa novel ini keren sekali. pendekatan sejarahnya mantap..salam, febi-aceh

  3. salam,
    Sayf Muhammad Isa yang kreatif,
    saya baru selesai menulis sebuah buku Perang Sabil, pastinya bukan novel. Terus terang pernah saya mencoba membuat novel tapi tidak pernah berhasil; dengan tulus saya katakan: “saya bangga dengan usaha anda, dan semoga sukses”.
    Kalau anda sudi, dengan senang hati saya akan menghadiahkan anda satu naskah, dengan cara PM saya melalui email tsb.
    nb:
    resensi buku terkait ada di http://serbasejarah.wordpress.com/2013/02/25/motivasi-perang-sabil-di-nusantara/
    salam kenal.
    wassalam

    1. Waalaikumusslam.
      Subhanallah sekali. Saya sudah baca resensi di blog serbasejarah. Memang saat ini generasi kita sedang mengalami kehilangan pegangan dalam bersikap, sehingga tidak tahu mana yang mesti didahulukan, nonton tivi atau mengkaji sejarah perjuangan umat ini. Umat pasti menyambut baik dengan terbitnya buku mas Syam, dan semoga barokah dan menjadi amal jariah yang tidak akan putus-putusnya untuk mas Syam. Sebuah kehormatan bagi saya jika bisa memiliki satu naskah buku mas Motivasi Perang Sabil, dan pastinya akan menjadi sebuah referensi yang amat penting terkait dengan sejarah Perang Sabil.Selamat kepada mas Syam. Saya akan segera mengirim emailnya. Terima kasih banyak.

  4. Assalamu’alaikum,..
    Saya baru saja membeli novel engku yang berjudulkan Sabil; Prahara di Bumi Rencong. Belumlah selesai saya baca namun daripada itu saya sangat suka akan novel engku tersebut.
    Salam kenal dari Negeri Bako engku, Minangkabau Dar Es Salam. Senang bersua dengan engku..

    1. Waalaikumussalam wr. wb. Senang sekali mendapatkan kabar dari engku. Kampung saya di ranah minang terletak di Buo Batu Sangkar. Saya ada keturunan Minang dari bapak saya. Salah satu gelar adat yang berlaku di kampung saya adalah Datuk Paduko Malano. Terima kasih banyak atas apresiasi engku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Write for the sweetest struggle

%d bloggers like this: