Pada Sebuah Benteng


Setiap hari kita dibelenggu oleh dosa-dosa, baik dosa kita sendiri, maupun dosa orang lain. Pada suatu ketika, kita berusaha menundukkan pandangan demi menghindari menumpuknya dosa di mata kita, tetapi begitu melangkah keluar dari rumah, kita segera dikepung oleh perempuan-perempuan yang melakukan dosa dengan memperlihatkan auratnya. Benar-benar sulit sekali, pada zaman kita sekarang ini, untuk sekadar menjaga pandangan saja.

Ada juga orang yang ingin sekali jujur dan benar dalam menjalankan pekerjaannya di kantor. Tetapi, dia setiap hari dipaksa oleh sistem rusak tempat dia bekerja, dan orang-orang curang di sekitarnya, untuk berlaku keliru dan menipu. Kalau dia menolak, maka dia akan dimusuhi dan terasing. Betapa sulit hidup pada zaman seperti ini.

Jika saja dosa-dosa itu mewujud menjadi semacam bau yang menyengat, tentunya setiap hari kita melumuri badan kita dengan bau yang menyengat itu, sadar maupun tidak sadar. Dan taubat adalah parfum harum, mestilah kita semprotkan setiap hari ke badan kita.[sayf]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s