Perang Uhud dan Lelaki Yang Diseruduk Kambing (Bagian 5-Habis)

Peta konstelasi Perang Uhud.

Peta konstelasi Perang Uhud.

Kemenangan itu sudah di depan mata ketika ia menghilang entah ke mana. Pasukan Muslim sudah menguasai kemah-kemah pasukan Quraisy dan pasukan Quraisy tunggang langgang melarikan diri. Para wanita yang mereka bawa menjerit-jerit ketakutan, sebagiannya mencakar-cakar para lelaki untuk membuat mereka kembali ke medan perang. Namun, pasukan kafir tetap saja kocar-kacir.

Karena pasukan kafir sudah membubarkan diri, segala harta dan hewan tunggangan pun mereka abaikan. Kuda dan unta-unta, serta segala harta benda ditinggalkan begitu saja. Kaum Muslim pun menguasai semua itu.

Pada saat itulah pasukan panah yang ada di atas bukit pun menyaksikan ‘kemenangan’ ini. Dalam sebuah hadis riwayat Ahmad, Ibnu Abbas ra. mengisahkan momen ini. “Ketika Nabi Muhammad saw. telah mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang) dan pasukan kaum Muslimin berhasil menguasai perkemahan kaum musyrikin, pasukan pemanah menjadi tergoda. Mereka turun memasuki perkemahan kaum musyrikin dan ikut mengambil ghanimah. Barisan pasukan kaum Muslimin saling bertemu seperti ini (beliau saling menjalinkan jari-jari kedua tangannya) dan mereka bercampur baur. Ketika pasukan pemanah mengosongkan celah yang mereka tempati, kuda-kuda musuh masuk dari celah tersebut dan menyerang pasukan kaum Muslimin sehingga pasukan kaum Muslimin saling menyerang satu sama lain. Mereka menjadi tersamarkan ketika itu. Banyak dari pasukan kaum Muslimin yang terbunuh.”

Continue reading

Perang Uhud dan Lelaki Yang Diseruduk Kambing (Bagian 4)

Ilustrasi kuno tentang pasukan Arab.

Ilustrasi kuno tentang pasukan Arab.

Menjelang pecahnya Perang Uhud, Abu Sufyan sebagai komandan pasukan Quraisy, mengirim utusan kepada pasukan Muslim dari kalangan Anshar. Seperti yang dikisahkan Imam Al-Maqrizi: “Biarkanlah kami dengan anak paman kami sehingga kami pun akan membiarkan kalian. Kami tidak memiliki kepentingan berperang dengan kalian.”

Utusan itu menyatakan bahwa pasukan Quraisy tidak punya urusan dan dendam apa-apa kepada kaum Anshar, melainkan urusan mereka adalah dengan orang-orang Muhajirin yang mereka sebut ‘anak paman kami’. Jelas sekali seruan ini dilontarkan untuk memecah belah barisan pasukan Muslim. Kaum Anshar dengan tegas dan gagah menolak seruan ini.

Saat kedua pasukan berhadap-hadapan, majulah seorang kesatria kafir Quraisy bernama Thalhah bin Utsman. Dialah komandan yang memegang bendera Quraisy. Dengan pedang terhunus, Thalhah petantang-petenteng dan berkoar-koar: “Wahai pengikut Muhammad, kalian mengira bahwa Allah akan menyegerakan kami ke neraka dengan pedang-pedang kalian dan menyegerakan kalian ke surga dengan pedang-pedang kami? Apakah ada di antara kalian orang yang ingin mengegerakanku pergi ke neraka dengan pedangnya, atau aku yang mengegerakan dia ke surga dengan pedangku ini?”

Continue reading

Perang Uhud dan Lelaki Yang Diseruduk Kambing (Bagian 3)

Grave_of_Hamza

Makam Sayyidush Syuhada Hamzah di situs Perang Uhud.

Pasukan Islam telah siap. Segala perbekalan dan senjata telah terletak di tempat yang semestinya. Kuda dan unta, serta seluruh hewan tunggangan pun sudah siap sedia. Pasukan Islam telah siap diberangkatkan kapan saja. Rasulullah saw. memilih waktu yang tepat untuk memberangkatkan pasukannya, yakni pada malam hari selepas tengah malam.

Rasulullah saw., seperti dikisahkan dalam Sirah Nabawiyah Prof. Ali Ash-Sholabi, memanggil sahabat yang sanggup menunjukkan jalan yang tidak biasa dilewati orang. Datanglah seorang sahabat yang biasa dipanggil Abu Khaitsamah, ia menyatakan sanggup memandu jalan pasukan Muslim melintasi jalan yang tidak biasa dilewati orang. Abu Khaitsamah memandu pasukan Islam melewati tanah bebatuan dan ladang-ladang yang memang tidak biasa dilewati orang. Pasukan Muslim pun melintasi sebuah ladang milik Murabba bin Qaizhi, orang munafik yang disebut Rasulullah “buta mata dan hatinya.”

Continue reading

Perang Uhud dan Lelaki Yang Diseruduk Kambing (Bagian 2)

Pasukan perang Arab kuno.

Pasukan perang Arab kuno.

Sebelum pecahnya Perang Uhud, terjadi aksi intelijen yang sangat luar biasa, yang menunjukkan betapa cerdas dan tajamnya antisipasi Rasulullah Muhammad saw. Peristiwa ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang jenius militer sejati dan suri teladan umat manusia.

Rasulullah saw. telah mengetahui bahwa pasukan kafir Quraisy telah berangkat meninggalkan kota Makkah. Seorang paman Rasulullah, Abbas bin Abdul Muthallib, menjadi mata dan telinga bagi Rasulullah saw. Abbas memantau setiap manuver kafir Quraisy dan menyampaikannya secara detil kepada Rasulullah saw. di Madinah. Abbas menuliskan hasil pantauannya itu ke dalam sebuah surat rahasia dan memerintahkan seorang anak buahnya untuk mengantarkan surat itu ke Madinah. Kurir surat ini bergerak dengan cepat, menempuh jarak 500 km antara Makkah dan Madinah hanya dalam tiga hari, sehingga ia mendahului gerakan pasukan kafir dan berhasil menyampaikan surat itu kepada Rasulullah saw.

Continue reading

Perang Uhud dan Lelaki Yang Diseruduk Kambing (Bagian 1)

Salah satu sudut Gunung Uhud, saksi bisu Perang Uhud.

Salah satu sudut Gunung Uhud, saksi bisu Perang Uhud.

Judul tulisan ini sepertinya cukup menarik dan menggelitik. Tentunya kaum Muslim sudah mengetahui tentang Perang Uhud, perang besar dalam sejarah Islam di mana pasukan Islam yang dipimpin Rasulullah saw. dikalahkan oleh pasukan kafir Quraisy karena kemaksiatan sekelompok kecil pasukan Muslim, pasukan panah. Tetapi apa hubungannya perang besar ini dengan seorang lelaki yang diseruduk kambing? Siapa pula lelaki yang diseruduk kambing itu? Semuanya insya Allah akan dikisahkan secara seru dalam rangkaian tulisan ini.

Kemenangan pasukan kaum Muslimin di Perang Badar telah mencorengkan arang yang hitam di muka kafir Quraisy. Mereka pulang ke Makkah dengan membawa rasa malu yang sangat mendalam. Keluarga, saudara, dan orang-orang dekat mereka tewas di medan Perang Badar, dan dendam kesumat bersemayam dalam jiwa mereka.

Continue reading

Cantik Itu, Kulit Mulus Bebas Bulu? Ngooookkk!!!

Deodoran

Deodoran

Kita semua pasti sudah kenal dengan kalimat di atas? Dan menurut saya, semboyan sebuah produk perontok bulu di atas adalah definisi paling konyol terhadap kecantikan. Kenapa konyol? Ya jelas konyol laaah. Nggak usah saya jawab juga udah jelas banget kekonyolannya. Yang pasti definisi cantik seperti ini adalah cantik menurut versi produk perontok bulu.

Kalau menurut produk deodoran, cantik itu lain lagi. Cantik adalah kalau kita punya ketek putih mulus. Malu dong kalau kita punya black cat, ntar keteknya nggak bisa dipertontonkan ke orang-orang karena udah pada geli duluan. Definisi cantik produk deodoran adalah juga definisi cantik yang konyol. Saya juga geli kalau melihat iklan deodoran, ketek-ketek dipertontonkan pada semua orang, emangnya ngapain sih kita harus punya ketek putih? Penting banget gitu ya?

Continue reading