Keturunan Gadis Penjual Susu

Ilustrasi penarikan kembali pasukan Islam yang mengepung Konstantinopel oleh Umar bin Abdul Aziz. Pengepungan ini dipimpin oleh Maslamah bin Abdul Malik dan gagal.

Ilustrasi penarikan kembali pasukan Islam yang mengepung Konstantinopel oleh Umar bin Abdul Aziz di dalam Manasses Chronicles dari Bulgaria abad 14. Pengepungan ini dipimpin oleh Maslamah bin Abdul Malik dan gagal.

Kita pasti udah tau banget bahwa Khulafaur Rasyidin ada empat orang: Abu Bakar; Umar; Utsman; dan Ali, radhiallahu’anhum. Tetapi ternyata ada orang seorang khalifah yang juga dinobatkan oleh para sejawaran sebagai Khulafaur Rasyidin kelima. Ia adalah Umar bin Abdul Aziz.

Umar bin Abdul Aziz adalah seorang Khalifah kaum Muslimin dari Bani Umayyah. Karena keadilan dan sikapnya yang zuhud, ia berhasil meratakan kesejahteraan di tengah-tengah masa kepemimpinannya yang nggak lama. Ia berhasil membuat umat Islam di Afrika nggak ada yang mau menerima harta zakat karena mereka semua merasa udah sejahtera. Kalo dibanding jaman sekarang, jauuuh banget! Ia juga sangat tegas dalam melaksanakan syariat Islam dan sangat menjaga dirinya dari tindakan menzhalimi rakyat. Kita akan menelusuri bahwa Umar bin Abdul Aziz, seorang pemimpin yang adil, adalah juga keturunan dari seorang pemimpin yang adil, Umar bin Khaththab.

Continue reading

Tidak Pernah Solat, Tapi Masuk Surga (Part 2)

vMDdRLaKisah orang yang tidak pernah solat tetapi masuk surga belum berakhir. Kisah ini kembali menunjukkan kepada kita betapa Allah Maha Penyayang. Dia akan selalu menghargai amal dan keimanan seorang hamba dan akan mengganjarnya dengan pahala yang banyak tiada tara.

Nasib baik ini terjadi pada diri seorang budak berkulit hitam, yang pekerjaannya adalah menggembalakan kambing-kambing majikannya. Budak hitam ini tinggal di Khaibar, dan nasib baik ini menghampirinya ketika Rasulullah Saw. dan pasukan Islam hendak menaklukkan benteng-benteng Yahudi Khaibar.

Saat itu sang budak sedang menggembalakan kambing-kambing majikannya. Kemudian dia melihat para penduduk Yahudi Khaibar terlihat tergesa-gesa dan berlarian mengambil berbagai senjata. Ada yang membawa pedang, menyambar tombak, dan terburu-buru menyiapkan pelana kuda-kuda mereka. Sang budak keheranan menyaksikan apa yang sedang terjadi.

Continue reading

Tidak Pernah Solat, Tapi Masuk Surga

Mujahidin

Mujahidin

Terkadang bagaimana imaji keseluruhan hidup kita dinilai dari bagaimana keadaan akhirnya. Ini bukanlah wujud dari ketidakadilan, tetapi justru menunjukkan betapa Allah Swt. amat menyayangi makhluk-Nya yang bernama manusia. Allah pasti akan selalu mengganjar perbuatan baik manusia, walaupun mungkin perbuatan itu dipandang kecil atau sedikit. Bahkan, selalu, Allah mengganjarnya dengan berlipat-lipat ganda.

Hal ini terjadi pada seorang kesatria Islam yang dalam sejarah disebut Ushairim. Namanya adalah Amru bin Tsabit bin Waqsy, dan awalnya dia adalah seorang kafir yang menentang risalah Islam. Abu Hurairah Ra. meriwayatkan kisahnya.

Suatu kali, Amru datang ke Madinah ketika Rasulullah Saw., para sahabat, dan pasukan Islam sedang berada di Uhud, menghadapi gempuran pasukan kafir Quraisy. Dia bertanya kepada orang-orang, di mana Sa’ad bin Mu’adz. Orang-orang pun menjawab bahwa Sa’ad pergi ke Uhud. Dia bertanya lagi tentang di mana keluarga saudaranya, orang-orang menjawab sedang pergi ke Uhud. Dia pun bertanya tentang di manakah kaumnya, Bani Abdil Asyhal, orang-orang pun menjawab bahwa semuanya sedang pergi ke Uhud, berperang bersama Rasulullah Saw. Kemudian orang-orang mengajak Amru untuk memeluk Islam, dan dia pun memeluk Islam.

Continue reading

The Miracle of Badr

Siyer-i_Nebi_-_Imam_Ali_und_Hamza_bei_dem_vorgezogenen_Einzelkampf_in_Badr_gegen_die_GötzendienerBerhubung beberapa waktu yang lalu saya baru menyelesaikan naskah tentang Perang Badr, maka sepertinya seru kalau kita ungkap tentang beberapa keajaiban yang terjadi pada perang besar ini.

Perang Badr adalah sebuah perang besar pertama yang terjadi dalam sejarah perjuangan Islam. Perang ini terjadi pada 13 Maret 624 Masehi, bertepatan dengan 17 Ramadhan 2 Hijriyah. Sebagaimana yang sudah sama-sama kita ketahui, pasukan Islam berjumlah jauh lebih sedikit daripada pasukan kafir Quraisy. Pasukan Islam sekitar tiga ratusan orang, sementara pasukan Quraisy berjumlah seribuan orang. Jelas saja, secara matematis, pasukan Islam pasti akan dengan mudah dikalahkan.

Rasulullah Saw. sendiri, dikisahkan dalam berbagai riwayat, merasa khawatir kepada pasukan Islam berhubung jumlah pasukan Islam yang jauh lebih sedikit. Beliau tidak henti-hentinya berdoa kepada Allah di dalam tendanya, memohon kemudahan, pertolongan, dan kemenangan. Bahkan saat itu, beliau menyampaikan doa yang terkesan ‘agak maksa’ kepada Allah. Begini doa beliau: “Ya Allah, tunaikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, seandainya sekelompok umat Islam ini musnah, maka Engkau tidak akan lagi disembah di muka bumi selamanya.”

Maka Allah Swt. memenuhi janji-Nya, dengan mengirimkan angkatan perang dari langit, pasukan malaikat berjumlah seribu personel dan bersenjata lengkap. Di dalam Alquran, Allah berfirman: “(Ingatlah) ketika kalian meminta pertolongan kepada Tuhan kalian, lalu diperkenankannya bagi kalian, ‘Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kalian dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut,’” (Al-Anfal: 9).

Continue reading

Siliwangi, Napoleon, dan al-Jahanamiyyun

Dunia-Akhirat-1Suatu kali saya mengobrol dengan seorang guru saya yang seorang sejarahwan. Saya sangat antusias dengan obrolan kami, karena temanya amat menarik, tentang orang-orang yang selama ini kita sangka nonmuslim, tetapi ternyata ada dugaan mereka beriman kepada Allah. Ada dua orang tokoh besar yang diceritakan oleh guru saya ini, Prabu Siliwangi dan Napoleon Bonaparte.

Guru saya bercerita, Prabu Siliwangi adalah seorang raja besar di tatar Sunda pada abad pertengahan. Dalam sejarah, sang prabu menikah dengan seorang wanita jelita bernama Nyi Subang Larang. Guru saya mengisahkan bahwa Nyi Subang Larang ini ternyata seorang santri dari seorang ulama, dan ulama ini pulalah yang menikahkan Nyi Subang Larang dengan Prabu Siliwangi. Dengan kata lain, Nyi Subang Larang adalah seorang muslimah yang taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. Wanita seperti ini tentunya tidak akan mau menikah dengan seorang lelaki kafir. Selain itu, sang ulama pun tentunya tidak akan mau menikahkan muridnya dengan seorang lelaki kafir. Dari sini, kuat dugaan bahwa Prabu Siliwangi mesti mengucap syahadat terlebih dahulu sebelum menikah dengan Nyi Subang Larang. Demikianlah guru saya mengisahkan, mungkin saja Prabu Siliwangi adalah seorang Muslim.

Continue reading

Menengok Sejarah Perang Sabil Aceh [The Ladies of War]

Cut Nyak Dien, duduk di tengah sambil menangis.

Cut Nyak Dien, duduk di tengah sambil menangis.

Beberapa waktu yang lalu saya cukup dibuat terkejut dengan beredarnya video mesum seorang vokalis band terkenal yang melibatkan dua orang perempuan cantik. Salah satu perempuan cantik yang saya maksud berasal dari Aceh, saya tahu dia berasal dari Aceh karena ada ‘cut’ di depan namanya (walaupun lahir di Jakarta dia masih keturunan Aceh). Saya jadi ingat salah satu adegan di dalam film lama berjudul Tjoet Nja’ Dhien yang dibintangi Christine Hakim. Dalam adegan itu, Cut Nyak Dhien sedang berhadap-hadapan dengan Teuku Leubeh (seorang pengkhianat), dengan ekspresi wajah dingin dan rencong di tangan, Cut Nyak Dhien menikam Teuku Leubeh sambil berserapah, “Bikin malu kaum.” Mungkin kalau Cut Nyak Dhien masih hidup, beliau juga akan mengatakan hal yang sama kepada ‘cut’ yang ada di dalam video mesum itu, sebab kelakuannya hanya membikin malu kaum.

Continue reading

Menengok Sejarah Perang Sabil Aceh [Tanah Jihad]

Naskah asli Hikayat Prang Sabi yang sangat ditakuti Belanda.

Naskah asli Hikayat Prang Sabi yang sangat ditakuti Belanda.

Suku Shonna di Afrika mengatakan bahwa tanah Afrika berwarna merah karena darah para penakluk yang telah tertumpah di atasnya. Saya belum pernah ke Aceh, dan jika ada umur serta rizki saya berziarah ke sana, mungkin saya akan menemukan pula bahwa tanah Aceh berwarna merah, sebab Aceh adalah tanah jihad. Ah, itu cuma khayalan saya saja, tanoh Aceh pun berwarna cokelat, sama dengan tanah-tanah yang lain. Namun jika saya sebut Aceh adalah tanah jihad, saya tidak main-main.

Saya tidak tahu banyak tentang Aceh, namun saya ingin sekali berbagi sesuatu yang saya tahu. Suatu kali saya ngobrol-ngobrol dengan guru menulis saya, beliau sekaligus seorang sejarawan. Kata beliau, dulu ketika sultan Shalahuddin al Ayubi menggalang jihad akbar untuk membebaskan jerussalem dari tangan kaum Kristen bangsa Frank, salah satu kalangan muslim yang pertama-tama menjawab seruan itu adalah muslim Aceh. Saya ternganga. Aceh dengan posisi geopolitiknya yang strategis, dan kekayaan sumber daya alamnya, telah membuat berbagai bangsa bernafsu untuk menguasainya. Islam diterima orang-orang Aceh dengan sukarela, dipeluk, diamalkan, dan dipertahankan mati-matian. Dengan Islam itu pulalah Kesultanan Aceh tumbuh menjadi kesultanan yang kuat. Aceh pun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Khilafah Islamiyah.

Continue reading